• JL. RE. MARTADINATA NO. 30 BOGOR
  • (0251)8331048; 081112558811(WA)
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Warta LISIVET
    • Info BRMP Veteriner
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Buletin
      • Akasia
      • Kenari
      • Livet
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
230 dilihat       25 November 2024

Potensi Oplah 240.000 Ha di Kalbar, Mentan Amran Yakin Swasembada Pangan dan Ekspor Jadi Kenyataan

SAMBAS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memaparkan optimalisasi lahan (oplah) dari potensi lahan seluas 240.000 hektare di Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai langkah strategis untuk mencapai swasembada pangan dan membuka peluang ekspor ke negara tetangga, seperti Malaysia.

“Kalbar merupakan bagian negara kita yang berada di perbatasan Malaysia. Dulu 6-7 tahun lalu di sini shortage, setelah rintis bangun sawah sekarang sudah surplus. Berikutnya bagaimana kita bisa ekspor dari sini dengan hitungan potensi 240 ribu hektare dan tanam tiga kali,” kata Mentan Amran dalam kunjungan kerjanya di Sambas, Kalimantan Barat, Kamis (21/11/2024).

Mentan Amran menjelaskan bahwa dari kalkulasi pengelolaan 240.000 hektare dengan indeks pertanaman tiga kali maka dapat dihasilkan produksi beras sebanyak 2 juta ton. Jumlah ini tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat, tetapi dapat menjadi kekuatan Indonesia untuk ekspor dan memenuhi kebutuhan beras negara lain.

“Mimpi kita 240 ribu hektare dengan tiga kali tanam berarti sekitar 700 ribu hektare yang diolah. Minimal padi yang didapat 5 ton/ha berarti produksi 3,5 juta ton padi atau sekitar 2 juta ton beras. Kebutuhan beras Kalbar 400 ribu, sisanya bisa untuk dalam negeri atau ekspor ke negara tetangga,” rincinya.

Dengan target pencapaian tersebut, kata Mentan Amran, bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi pemain utama penyangga pangan dunia. “Kalau ini terjadi maka mimpi besar kita menjadi lumbung pangan dunia bisa terwujud,” ungkapnya.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak cepat untuk melakukan oplah dengan menggunakan pertanian modern, seperti benih unggul serta alat dan mesin pertanian (alsintan). Tidak hanya itu, Kementan mendorong peran generasi muda dalam program brigade pangan untuk membangun pertanian Indonesia.

“Alsintan dan bibit akan kami tambah sesuai kebutuhan lapangan. Kemudian ada anak muda yang dibina dan dibimbing untuk mengelola lahan. Bayangkan performa kinerja kita ke depan untuk menuju swasembada pangan,” kata Mentan Amran.

Selain itu, Mentan Amran mengingatkan pentingnya kolaborasi dan saling bahu-membahu untuk mewujudkan mimpi besar Indonesia swasembada pangan. “Presiden Prabowo memerintahkan kita untuk swasembada pangan secepat-cepatnya. Kita tidak kalah dari negara lain. Ini bisa kita rebut kalau kita bersatu dan bekerja sama,” pungkasnya.

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP), Fadjry Djufry yang turut mendampingi Mentan Amran dalam kunjungan di Kalimantan Barat menyampaikan bahwa target peningkatan indeks pertanaman yang berujung pada peningkatan produksi beras di Kalimantan Barat menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. 

“Alhamdulillah di Kalimantan Barat data terakhir dari semua target-target PAT, oplah, pompanisasi, dan padi gogo sudah mencapai 100%. Dan dengan keterlibatan petani milenial melalui Brigade Pangan diharapkan akan menggerakkan sistem usaha pertanian modern di Kalimantan Barat dan di Indonesia pada umumnya,”sambungya.

Dengan berbagai program unggulan pemerintah dan sinergitas diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memenuhi kebutuhan pangan nasional, bahkan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan utama di pasar internasional.

(Humas Kementan/BSIP)

Prev Next

- BBPSI Veteriner


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Cepat, Tepat, Akuntabel: BRMP Veteriner Buktikan Kualitas Kinerja Anggaran
    06 Mei 2026 - By BBPSI Veteriner
  • Thumb
    Menuju Birokrasi Bersih dan Melayani, BRMP Veteriner Perkuat SPIP dan Zona Integritas
    04 Mei 2026 - By BBPSI Veteriner
  • Thumb
    Tingkatkan Kemandirian Kesehatan Hewan, BRMP Veteriner Perkuat Kolaborasi Strategis
    30 Apr 2026 - By BBPSI Veteriner
  • Thumb
    Vaksinasi Rabies Gratis dan Lomba Mewarnai Hewan di World Veterinary Day 2026
    28 Apr 2026 - By BBPSI Veteriner
  • Thumb
    PJ Swasembada Pangan Kabupaten Bantaeng Ikuti Uji Terap Pertanian Modern PM-AAS di Maros
    27 Apr 2026 - By BBPSI Veteriner

tags

#BSIP #bsipveteriner #kementan

Kontak

(0251)8331048; 081112558811(WA)
(0251) 8336425
[email protected]

Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner

Alamat:
JL. RE. MARTADINATA NO. 30,
CIWARINGIN, BOGOR TENGAH, 
KOTA BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT, 16124

Website : https://veteriner.brmp.pertanian.go.id

© 2022 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner. All Right Reserved